Gaya Hidup Sehat
HIDUP SEHAT
MENERAPKAN kebiasaan
sehat memang tidaklah mudah. Namun jika kita mau menjalankan kebiasaan sehat,
bisa memberikan manfaat tersendiri terhadap tubuh kita. Salah satunya
mendapatkan tubuh ideal yang sehat.
Untuk melakukan kebiasaan sehat Anda tidak harus menjalankannya sekaligus.
Dengan menerapkan pola perlahan tapi pasti, Anda bisa mendapatkan manfaat dari
melakukan kebiasaan sehat tersebut.
“Mulailah dengan perlahan, agar tubuh Anda terbiasa dengan perilaku yang
dijalani. Terkadang yang membuat orang gagal dalam menjalankan kebiasaan sehat
karena tidak terbiasa dan terlalu diburu-buru, sehingga menjadi beban dan berat
untuk dijalani,” kata Rizal Al Idrus, L-men of the Year 2012, dalam presentasinya mengenai Live
Healthier, Live Happier di
acara Nutrifood Open House, Nutrifood Office, Pulo Gadung, Jakarta, Senin
(28/01/2013).
Langkah perlahan tersebut, sambung Idrus, dapat dilakukan dengan beragam upaya
sederhana di rumah. “Misalnya saat berolahraga, Anda bisa memulai dengan
olahraga ringan, seperti jalan cepat. Jika sudah terbiasa, maka tingkatkan
level menjadi jogging, kemudian jika
dirasa sudah cukup kuat, maka Anda bisa berlari. Anda juga bisa mengombinasikan
olahraga yang Anda sukai, misal berenang, basket, atau futsal,” jelas Rizal.
Hal terpenting, sambung Rizal, dalam menjalani gaya hidup sehat ialah adanya
keseimbangan antara beberapa hal, yakni nutrisi yang tepat, latihan yang rutin,
serta istirahat yang cukup.
Mengatur Makanan Sesuai Golongan Darah..?
Golongan darah Anda O? Hindari
kacang-kacangan dan mustard. Yang bertipe darah A, hindari produk susu dan
daging. Begitu sekelumit aturan diet yang didasarkan pada golongan darah.
Metode yang cukup baru ini masih diperdebatkan para ilmuwan,
tapi pengikutnya sudah banyak. Apa kelemahan dan kelebihannya?
Kegemukan atau berat badan yang berlebih memang mengandung
banyak risiko. Selain tubuh tak nyaman dan penampilan kurang sedap dipandang,
dari sisi medis juga tidak menyehatkan. Data studi Framingham (AS) menunjukkan
bahwa kenaikan berat badan sebesar 10 persen pada pria akan meningkatkan
tekanan darah 6,6 mmHg, gula darah 2 mg/dl, dan kolesterol 11 mg/dl.
“Karena itu, kalau kegemukan dibiarkan terus, orang bisa
menderita penyakit degeneratif seperti hipertensi, jantung koroner, diabetes,
dan lainnya,” tutur Prof. Dr. Ir. Ali Khomsan, Dosen Jurusan Gizi Masyarakat
dan Sumber Daya Keluarga IPB, Bogor.
Kalau begitu jelas sekali bahwa berat badan yang berlebihan
harus dikurangi. Dewasa ini ada banyak metode yang ditawarkan berkaitan dengan
cara mengurangi berat badan. Dimulai dari sedot lemak, pembalutan, minum ramuan
herbal atau obat, mandi uap, sampai mengatur pola makan atau diet. Yang terakhir
ini pun masih memiliki cukup banyak ragam.
Tentu saja, setiap metode memiliki kelemahan dan kelebihan
masing-masing. Semua tergantung pada kondisi dan kebutuhan tubuh setiap
pelakunya.
Sekitar tahun 1996 di Amerika diperkenalkan cara baru diet dengan
mendasarkan pada golongan darah si pelaku. Diet ini diperkenalkan oleh seorang
naturopatis dari Stamford, Connecticut, Amerika Serikat, bernama Dr. Peter J.
D’Adamo.
Dalam proses sosialisasinya, teori ini dicerca para ahli, tapi
juga banyak diterapkan orang. Memang ada yang mengatakan bahwa diet macam ini
bermanfaat. Nah, apa itu diet berdasar golongan darah dan apa kelemahan serta
kelebihannya?
Teori Evolusi
Dalam bukunya berjudul “Eat Right For Your Type”, Dr. D’Adamo menyebutkan bahwa
manusia yang memiliki tipe darah berbeda pasti memiliki respon atau tanggapan
terhadap makanan yang berbeda pula.
Gagasan ini berakar pada sejarah evolusi, khususnya yang berkaitan dengan
perbedaan golongan darah (O, A, B, dan AB).
Berdasar sejarah evolusi itu disebutkan bahwa sekitar 50.000
sampai 25.000 tahun SM, nenek moyang kita memiliki tipe darah yang sama, yakni
O. Mereka ini adalah para pemburu sejati. Setiap hari makanan pokoknya daging.
Namun, pada sekitar tahun 25.000 sampai 15.000 SM, ketika gaya
hidup manusia berubah dari pemburu menjadi peramu dan kemudian agraris,
muncullah tipe darah A, sebagai penyesuaian atas kebiasaan yang ada. Kemudian,
akibat percampuran dari berbagai ras dan terjadinya migrasi dari Afrika ke
Eropa, Asia, dan Amerika, tipe darah B muncul. Selanjutnya di zaman modern yang
sudah penuh dengan bermacam manusia, tipe darah AB baru ada.
Dalam hal ini, Dr. D’Adamo yakin bahwa kemampuan beradaptasi
dengan lingkungan yang dimiliki manusialah yang menyebabkan terjadinya
perubahan tipe darah. Adaptasi yang tentu saja terkait dengan makanan yang
diasup, diyakini D’Adamo menjadi kunci sehat nenek moyang kita.
Karena itu, menurut dia, kalau mau sehat kita mesti makan
seperti yang dilakukan oleh nenek moyang. Misalnya saja, ia memberi rekomendasi
bahwa mereka yang bertipe darah O cocok melakukan diet dengan mengasup lebih
banyak daging, sedangkan untuk golongan darah A mengikuti diet vegetarian,
yakni mengonsumsi makanan rendah lemak.
16 Kategori
Bagaimanakah kesimpulan itu bisa didapat Dr. D’Adamo? Tentu saja jawabannya
lewat penelitian-penelitian yang sudah dilakukannya.
Penelitian selama bertahun-tahun atas tipe darah menunjukkan bahwa ada efek
fisiologis yang muncul akibat lektin yang masuk dalam tubuh. Lektin adalah
protein yang terdapat pada umumnya makanan, khususnya biji-bijian dari tanaman
polong-polongan.
Setiap protein yang terserap tubuh lewat makanan yang kita asup,
menurutnya, masing-masing hanya cocok dengan tipe darah tertentu. Kalau makanan
tersebut lektinnya tidak cocok dengan tipe darah, akan terjadi bahaya. Bahaya
itu berupa menggumpalnya sel darah merah. Proses yang disebut aglutinasi yang
dilakukan lektin inilah yang mengakibatkan munculnya banyak keluhan kesehatan.
Terkait dengan persoalan inilah, Dr. D’Adamo melakukan
penelitian dengan mengecek reaksi setiap tipe darah terhadap makanan tertentu.
Berdasarkan penelitian ini, ia membuat daftar makanan apa saja yang cocok
dengan tiap-tiap tipe darah.
Bahkan selain tipe darah, masih digolongkan juga makanan
berdasarkan ras. Sebab, menurutnya, tipe darah masing-masing ras berbeda. Ini
akibat dari perbedaan lingkungan yang ditempatinya.
Hasilnya, terdaftar oleh Dr. D’Adamo 16 kategori makanan.
Terdiri dari: daging dan unggas; hasil laut; susu dan telur; minyak dan lemak;
kacang dan biji-bijian; buncis dan polong-polongan; sereal; roti dan aneka kue;
padi-padian dan pasta; sayur-sayuran; buah-buahan; jus dan segala macam cairan;
rempah-rempah dan bumbu; teh-teh herbal; dan bermacam-macam minuman.
Makanan-makanan ini masih dimasukkan dalam golongan sangat baik,
netral, atau harus dihindari sesuai tipe darah. Golongan sangat baik bisa
diartikan bahwa makanan itu bekerja bagaikan obat. Golongan netral berarti
makanan tersebut bekerja sebagaimana yang pengaruhnya kecil bagi tubuh.
Golongan dihindari berarti makanan bertindak bagaikan racun bagi tubuh.
Kurang Ilmiah
Program diet ini telah menjadi tren di beberapa negara. Karena itu, banyak
pengikut Dr. D’Adamo yang sudah mencobanya.
Sebagian dari mereka menyatakan bahwa cara diet ini tidak hanya membantu
mengurangi berat badan — walaupun maksud sebenarnya bukanlah untuk itu — juga
bisa memperbaiki kondisi kesehatan. Karenanya, buku karangannya setebal 400
halaman itu menjadi best seller (laris manis) di beberapa negara.
Banyaknya kesaksian akan manfaat diet ini bukan berarti membuat
para ahli diet dan ilmuwan langsung setuju begitu saja. Banyak pihak, terutama
dari kalangan ilmuwan, menyebutkan bahwa teori Dr. D’Adamo ini kurang ilmiah.
John McMahon, ND, seorang naturopatis dari Wilton Connecticut,
AS, menyatakan bahwa teori itu masih harus diteliti lebih lanjut. Dikatakan
John bahwa penelitian Dr. D’Adamo atas pengaruh lektin terhadap makanan
dijalankan di luar tubuh, maksudnya hanya dilakukan di sebuah tabung uji.
Padahal, semestinya harus diteliti dalam tubuh.
Selain itu, efek lektin makanan yang sudah dimasak juga belum
terbukti. Memang, Dr. D’Adamo melakukan tes terhadap makanan yang belum
dimasak. Namun, bukankah makanan yang diasup biasanya sudah dimasak?
Sikap dan pernyataan yang sama juga diungkapkan John Foreyt,
Ph.D, ilmuwan dari Baylor College of Medicine di Houston, AS. “Walaupun teori
ini sudah lama dibicarakan dan diteliti, tidak ada kesimpulan yang didapat.
Tidak ada kaitannya antara tipe darah dan penyakit tertentu. Ini adalah
loncatan kesimpulan yang masih perlu diteliti lebih lanjut,” tutur Andrea
Wiley, Ph.D, profesor antropologi dari James Madison University di
Harrisonburg.
Bahkan Dr. Samuel Oetoro,MS., ahli gizi dari Klinik Nutrifit di
Jakarta menambahkan bahwa penelitian yang dilakukan Dr. D’Adamo tidak memenuhi
standar penelitian ilmiah. Teori yang diajukannya hanya berdasar bukti empiris
atau pengalaman yang dijalankan orang. “Jelas itu tidak cukup,” tuturnya.
Padahal, kalau sebuah teori hendak dijadikan pegangan, mesti
melewati proses penelitian tingkat tertinggi yang disebut Prospectif Double
Blind Randomize Clinical Trial. Maksudnya, penelitian tersebut mesti dilakukan
dengan objek yang diambil secara acak (random).
“Yang terjadi pada Dr. D’Adamo tidak demikian. Orang yang
diteliti sudah ditentukan, yakni mereka yang pernah datang ke kliniknya. Mereka
pun sudah tahu kalau menjalani diet tipe ini, padahal semestinya tidak
demikian,” papar Dr. Samuel.
Selain acak, pasien harus dibagi dalam dua kelompok, mereka yang
menjalankan diet dan tidak. Untuk itu pasien tidak boleh tahu bahwa mereka
dibagi dalam dua kelompok. Bahkan mereka juga tidak boleh tahu (blind) kalau
sedang diteliti. Juga tidak boleh tahu kalau sedang menjalani diet model ini. Setelah
beberapa waktu, hasilnya baru dibandingkan. Dengan alasan kurang ilmiah inilah,
bisa dipahami bahwa diet ini tidak dianjurkan oleh ahli gizi.
Gizi Seimbang
Bagi banyak ahli gizi di Indonesia, juga di negara-negara lain, diet yang
terbaik untuk dijalankan sampai saat ini adalah dengan gizi seimbang.
Dr. Samuel menjelaskan bahwa diet gizi seimbang adalah mengasup makanan dengan
kandungan protein, lemak, karbohidrat, vitamin, dan mineral.
Makanan yang kita asup setiap hari mesti lengkap mengandung
semua unsur tersebut. Misalnya, hari ini kita mengonsumsi nasi untuk sumber
karbohidrat, tempe atau daging untuk kebutuhan protein, sayur buncis dan wortel
untuk kebutuhan vitamin dan mineral, serta minum susu untuk kebutuhan lemaknya.
Hari selanjutnya bahannya bisa variasi. Yang jelas, tidak membosankan, tapi
juga jangan sampai tidak seimbang.
Pendapat sama juga diungkapkan Prof. Dr. Ir. Ali Khomsan.
Menurutnya, berbagai macam diet yang ditawarkan sering tidak sesuai dengan
kebutuhan masing-masing orang.
“Setiap individu itu unik dan berbeda. Karenanya, apa yang cocok
untuk seseorang belum tentu cocok untuk orang lain. Kebutuhan nutrisi setiap
orang tergantung pada usia, tingkat stres, jenis kelamin, berat badan, faktor
emosional, latihan fisik yang dijalankan, dan penyakit yang diderita,” sebut
Prof. Ali.
Karena itu, setiap orang mesti paham benar dengan dirinya. Tipe
darah bisa dipakai sebagai tambahan informasi untuk mengenali diri, tapi jangan
digunakan sebagai patokan dasar. Kalau kurang paham, kita bisa berkonsultasi
dengan ahli gizi bagaimana menyikapi diri sendiri. “Yang jelas, setiap hari
gizi seimbang dengan variasinya mesti dijalani,” tutur Dr. Samuel.
Khas Pemburu Sampai Sensitif
Berdasar penelitiannya, Dr. D’Adamo membuat kesimpulan untuk masing-masing tipe
darah, sebagai berikut:
Tipe darah O, yang disebut sebagai pemburu, memiliki ciri khas:
- Sistem kekebalannya berlebihan.
- Dianjurkan untuk mengonsumsi makanan tinggi protein
dan rendah karbohidrat,
seperti daging, buah, ikan,
sayuran.
- Tidak cocok bila berdiet dan mudah beradaptasi dengan
lingkungan.
- Respon yang baik atas stres bisa ditanggapi dengan
aktivitas fisik.
- Memiliki risiko terkena penyakit yang disebabkan oleh
radang dan kerusakan
organ seperti arthritis bila makanan
yang diasup tidak sesuai.
Menu diet yang dianjurkan:
· Sarapan : 2 potong roti bakar lapis mentega + Satu
buah Pisang
· Snack siang : Teh herbal
· Makan Siang : Sepotong daging panggang + Salad
bayam + Apel
· Snack Sore : Sepotong kue
Makan Malam : Sepotong
daging domba dan asparagus yang direbus + Kentang rebus + Buah + Teh herbal
Tipe darah A berciri khas:
- Jalur pencernaan cukup sensitif.
- Dianjurkan menjadi vegetarian atau makan tinggi
karbohidrat dan rendah lemak.
- Stres biasanya bisa diatasi lewat meditasi.
- Dianjurkan menjadi vegetarian atau mengonsumsi
makanan berkadar
karbohidrat tinggi, namun rendah
lemak.
- Sistem kekebalan tubuhnya tidak sekuat tipe O.
Menu
diet yang dianjurkan:
· Sarapan : Air putih dicampur jeruk nipis + Oatmel
· Snack Siang : Juice Anggur / Kopi
· Makan Siang : Salad + Roti Gandum satu potong + Teh
Herbal
Herbal
· Snack Sore : Kue Beras dua potong + Teh Hijau
++ (Bila perlu boleh makan
Malam : Pasta tanpa daging + Brokoli + Yoghurt + Teh Herbal)
Tipe Darah B berciri khas:
- Dianjurkan untuk melakukan diet dengan berbagai variasi
dari semua tipe darah
termasuk di dalamnya daging.
- Tipe darah ini sangat cocok dengan asupan produk susu.
- Dianjurkan juga menjalani latihan gerak seperti renang dan
jalan kaki.
- Bila makanan yang diasup tidak sesuai dengan tipe ini,
diduga risiko terkena
virus yang bisa menyerang sistem
saraf sangat tinggi.
- Memiliki sistem kekebalan tubuh yang kuat.
- Disarankan mengonsumsi makanan dan minuman
berbahan dasar susu
untuk meningkatkan sistem
kekebalan tubuh.
- Olahraga yang cocok dilakukan adalah renang, tenis, jalan
kaki
dan meditasi.
- Bila seseorang bertipe ini stres, akan sangat cocok bila
diatasi dengan melakukan
pekerjaan yang membutuhkan
kreativitas.
- Tipe darah ini adalah tipe yang paling seimbang.
Karakteristik pemilik golongan darah B adalah:
- Memiliki jalur pencernaan yang sensitif.
- Disarankan untuk mengkonsumsi makanan dalam jumlah
sedikit,
namun kekerapan makan lebih padat (lebih sering
makan dengan porsi kecil).
Untuk lebih berenergi biasakan
berolahraga di pagi hari.
Menu Diet yang dianjurkan:
- Sarapan : Air putih dicampur jeruk nipis + Juice
Anggur + Roti
dua potong + Satu potong
keju.
- Snack siang : Yogurt
- Makan Siang : Dada Ayam 4 irisan + Salad + 2 buah
Plum + Teh
Herbal
- Snack Sore : Cheesecake + Teh Herbal
- Makan Malam : Omelet + Salad Buah + Kopi
Tipe Darah AB berciri khas:
- Memiliki jalur pencernaan yang sensitif.
- Sistem kekebalan tubuh sangatlah toleran.
- Respon yang paling baik terhadap stres biasanya dengan
melakukan kegiatan
spiritual dibarengi
dengan aktivitas fisik dan kreativitas.
- Masih dalam tahap evolusi.
- Paling mampu beradaptasi terhadap perubahan
lingkungan dan bentuk diet.
- Bentuk gabungan dari tipe A dan B.
Berkaitan dengan nutrisi yang dibutuhkan ini,
tubuh sebenarnya memerlukan makanan-makanan organik termasuk bahan nabati
organik dengan kelengkapan gizi yang sesuai dengan golongan darah tertentu, dan
ini menyangkut semua kebutuhan prebiotik dan probiotik serta enzim-enzim,
vitamin, mineral serta asam amino esensial untuk mengoptimalkan fungsi tubuh.

Komentar
Posting Komentar